Rabu, 03 Mei 2017

[Book Review] ONE - Sarah Crossan


Judul                                                     : ONE
Penulis                                                 : Sarah Crossan
Penerjemah                                       : Airien Kusumawardani
Pemeriksa Bahasa                          : Brigida Ruri
Penyunting                                        : Prisca Primasari
Penyelaras Aksara                          : Titish A.K
Design Cover                                     : Chyntia YanethaJesslyn Effendy
Penerbit                                              : Penerbit Spring
ISBN                                                      : 978-602-60443-1-09
Cetakan                                               : Cetakan pertama, Februari 2017
Jumlah halaman                              : 416 halaman
*BLURB*
Dua saudari. Dua hati. Dua mimpi. Dua kehidupan. Satu tubuh.
Grace dan Tippi adalah kembar siam, tubuh mereka menyatu dari pinggang ke bawah. Mereka mengalahkan ta kdir dengan terus hidup sampai berumur enam belas tahun.
Mereka membagi segalanya satu sama lain, tidak bisa membayangkan berpisah. Bagi mereka, berpisah adalah sebuah tragedi.
Namun, sesuatu terjadi pada mereka. Sesuatu yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya..
--
“Jadi begini, aku dan Tippi bukan anak yang bisa kau sebut normal—bukan apa yang sering kau lihat setiap hari atau hari kapan pun.” Halaman 9

Grace dan Tippi adalah kembar siam. Mereka punya dua kepala, dua jantung, dua set paru-paru dan ginjal, empat tangan dan sepasang kaki yang berfungsi sepenuhnya. Usus mereka awalnya terpisah lalu menyatu. Mereka termasuk ke dalam kembar siam tipe Ichiopagus tripus.
Di usia 16 tahun, Mom memutuskan untuk menyekolahkan Tippi dan Grace di sekolah umum setelah sebelumnya selalu menyekolahkan mereka di rumah. Mungkin bagi sebagian orang ini hal biasa. Tapi bagi Grace dan Tippi ini mengerikan.

“Aku tahu terlalu berlebihan untuk meminta semua orang menerima kami—atau bahkan untuk tidak mengganggu kami. Kemarin kami hanya beruntung dan hari ini realita sudah datang.” Halaman 88

Sekolah ternyata tidak seburuk yang dibayangkan. Disana, mereka bertemu dua orang teman yang tulus ingin berteman. Yang tidak memendang mereka dengan jijik, yang tidak memandang mereka dengan ngeri, yang tidak memandang mereka kasihan. Dua orang itu Yasmeen dan Jon. Dua orang yang membuat mereka nyaman berada di sekolah, dua orang yang membuat Grace dan Tippi melakukan hal-hal baru dalam hidupnya.

“Kalau aku punya pistol, aku bisa merampok bank. Aku bisa menodongkan pistol ke wajah petugas kasir lalu mnuntut setumpuk uang kemudian melarikan diri menggunakan Maserati curian.” halaman 227

Kembar siam yang dialami Grace dan Tippi ini juga mempengaruhi kondisi finansial keluarga mereka. Mom bekerja keras, Dad putus asa mencari pekerjaan disana sini, dan Dragon –adik perempuan mereka juga harus rela membantu mencari penghasilan di tahun awalnya berada di sekolah menengah atas. Kondisi tersebut membua Grace dan Tippi merasa bersalah, karena diantara anggota keluarganya, hanya merekalah yang tidak menghasilkan.

“Kalau aku bukan kembar siam mungkin saat ini aku sudah mati mendadak.”

16 tahun bersama. Grace dan Tippi bisa hidup bahagia meski terkadang harus mengalah dan menyimpan ego masing-masing. Hingga suatu hari, tubuh Tippi ambruk. Dan disitulah awal mula tragedi yang mengerikan terjadi. Sesuatu yang belum pernah mereka bayangkan sebelumnya.
--

Jika kalian membaca postingan saya disini, kalian pasti mengetahui kalau novel ONE ini merupakan wish list pertama saya di bulan April, dan alhamdulillah akhirnya saya bisa membacanya, hihi *happy*
Seperti yang kalian tahu, novel ini bercerita tentang dua orang kembar siam. Bagaimana cara mereka menjalankan hidup dengan tubuh bagian bawah menyatu. Awalnya saya merasa bingung karena  struktur di novel ini berbentuk seperti puisi. Terdapat judul di setiap potongan kisah. Dan memiliki bentuk paragraf yang unik. Saya baru tahu kalau yang seperti ini adalah verse.

Dikisahkan dari sudut pandang Grace, membuat kita bisa lebih mengetahui rasanya menjadi kembar siam. Tentu ada suka dan dukanya. Mereka sering mendapatkan tatapan jijik dan kasihan dari orang lain, tapi mereka selalu bahagia karena bisa menjalankan aktifitas bersama, mereka tidak pernah merasa sendiri. Membaca novel ini membuat saya berurai air mata. Entahlah, walaupun Grace tidak banyak mengeluh tentang kondisi tubuh mereka, tapi rasanya sedih membayangkan menjadi mereka. Mereka sulit memiliki privasi, mereka seringkali harus mengalah dan menekan ego masing-masing. Mereka sulit untuk berkegiatan seperti orang kebanyakan.

Grace dan Tippi beruntung. Mereka memiliki orang-orang yang mau menerima mereka. Grammie, Mom, Dad, Yasmeen dan Jon – teman mereka di sekolah- dan Dragon, adik perempuan mereka yang seorang balerina, dialah tokoh favorit saya. Saya sungguh salut dengan Dragon. Ia sama sekali tak pernah malu dan sedih memiliki kakak yang berbeda dari orang kebanyakan. Justru ia selalu mendukung kedua kakanya. Ia selalu membantu dan mencoba membahagiakan mereka. Bahkan ia juga rela bekerja demi membantu meringankan beban keluarga mereka. pokoknya saya sangat sangat salut dengan Dragon. Rasanya ingin memeluk Dragon dan mengucapkan terimakasih. :”””)

“Aku bahagia. Tapi aku juga sangat takut. Bagaimana kalau aku terbangun dan kau tidak ada? Aku tidak ingin bangun tanpamu.”

Banyak sekali pesan yang bisa saya ambil dari buku ini. Salah staunya peringatan untuk kita selalu bersyukur. Sungguh rasanya saya sangat malu. Seringkali, saya masih mengeluh karena kondisi tubuh saya yang kurus dan pendek. Tapi seharusnya saya bersyukur saya masih memiliki tubuh yang utuh dan tidak berbagi. Grace dan Tippi memang kisah fiksi, tapi tentu kita tahu, di dunia nyata kasus bernama kembar siam itu ada. Dan saya tidak bisa membayangkan jika saya mengalami itu. jadi teman, bersyukurlah atas apa yang Allah berikan. Masih ada diluar sana orang yang kurang beruntung di banding kita. :”””
Sekali lagi, novel ini membuat saya berurai air mata. Tapi di bagian-bagain terakhirlah puncak saya benar-benar menangis. Kisah ini terlalu menyakitkan, tapi terlalu sayang untuk dilewatkan. Jadi saya sarankan kalian untuk membaca buku ini. sungguh, kalian harus membacanya.

Regard.

Fridalia
03/05/2017


Kamis, 27 April 2017

[Book Review] Purple Eyes - Prisca Primasari


Judul                                        : Purple Eyes
Penulis                                     : Prisca Primasari
Editor                                       : Cerberus 404
Desainer  sampul                     : Chyntia Yanetha
Penerbit                                    : Penerbit Inari
ISBN                                        : 978-602-743-220-8
Cetakan                                    : Cetakan pertama, Mei 2016
Jumlah halaman                       : 144 halaman

Blurb
“Karena terkadang tidak merasakan itu lebih baik daripada menanggung rasa sakit yang bertubi-tubi.”
Ivarr Amundsen kehilangan kemampuannya untuk merasa. Orang yang sangat dia sayangi meninggal dengan cara yang keji dan dia memilih untuk tidak merasakan apa-apa lagi, menjadi sebongkah patung.
Namun, saat Ivaar bertemu Solveig, perlahan dia bisa merasakan lagi percikan-percikan emosi dalam dirinya. Solveig, gadis yang tiba-tiba masuk dalam kehidupannya. Solveig, gadis yang misterius dan aneh.
Berlatar di Trondheim, Norwegia, kisah ini akan membawamu ke suatu masa yang muram dan bersalju. Namun, cinta akan selalu ada, bahkan di saat-saat tergelap sekalipun.
**
“Apakah bumi memang seburuk itu? Semuanya hobi sekali mati, akhir-akhir ini.” halaman 10

Semenjak meninggal tahun 1985, Lyre menjadi asisten Hades –Sang Dewa Kematian- menggantikan gadis sebelumnya yang habis masa kontraknya.
Kini, di tahun ke-120 kematiannya, Lyre mendapat tugas untuk menemani Hades turun ke bumi demi menjalankan sebuah misi yang hanya Hades yang tahu.  Yang Lyre tahu, ini berhubungan dengan kematian manusia yang akhir-akhir ini mengalami kasus  serupa.
Hades dan Lyre turun ke bumi, tepatnya di tanah Trondheim, Norwegia dengan nama yang berbeda. Lyre berganti menjadi Solveig dan Hades menjadi Halstein.

“Dia.... seperti tidak punya hati. Berjalan-jalan dengannya seperti berjalan-jalan bersama manusia tanpa jiwa.” Halaman 41

Entah apa misi Heilstein, Solveig yang mengira hanya akan menemani Tuannya, mendapat tugas untuk selalu bertemu seorang pemuda bernama Ivarr, yang diketahui sebagai Kakak dari salah satu korban dari kasus kematian yang sama. Solveig bukannya tidak senang berinteraksi dengan manusia, hanya saja Ivarr berbeda. Ia seperti tidak memiliki emosi. Tidak bisa merasakan sesuatu, bahkan Solveig bisa merasakan tatapan kosong dari matanya.

“Bukankah lebih baik tidak merasa sama sekali, daripada merasa sakit?” halaman 95

Berawal dari rasa penasaran Ivarr terhadap sikap Solveig yang misterius, perlahan-lahan emosi Ivaar mulai tumbuh. Solveig pun mulai bisa merasakan kehangatan dari tatapan Ivaar. Mereka sama sama tahu kalau ada suatu rasa yang tumbuh dihati mereka masing-masing. Rasa ingin bersama.

“Pemuda itu masih hidup, dan gadis itu sudah mati”

Mereka boleh memiliki perasaan yang sama. Tapi ia harus sadar ia berbeda dari Ivarr. Ia sudah mati. Sedangkan Ivarr masih hidup.
Lalu bagaimanakah kisah mereka selanjutnya? Akankah mereka bersatu?  Dan apa sebenarnya misi Hades-Halstein di bumi?

--
Jadi, cerita sedikit dulu yaa.. ini kedua kalinya aku membaca buku Purple Eyes karya Kak Prisca Primasari. Di kali kedua ini aku ikut event Baca Bareng Purple Eyes yang diadakan Reader Squad dan Paper&Ink merayakan Anniversary Paper&Ink yang ke satu. So, Terimakasih untuk Paper&Ink dan Reader Squad Id yang telah mengadakan event baca bareng Purple Eyes ini. serruu. Dan, aku seneng banget di kali kedua ini, aku sangat sangat menikmati buku ini.

Membaca buku ini memberikan warna baru bagiku. Biasanya aku sulit menerima kisah kisah mitologi yang aku anggap tidak masuk akal. Tapi gaya bahasa penulis sangat sederhana, membuat aku nyaman untuk menerima kisah dalam buku ini. Selain itu, meskipun buku ini sangat tipis, tapi penulis dapat menyampaikan kisah ini dengan baik. Feelnya terasa, konfilknya pas, dan pesannya ada.

Ivarr menjadi tokoh favoritku. Meskipun di awal, sikapnya sangat dingin seperti es, tapi setelah emosinya perlahan mulai tumbuh, Ivarr bisa bersikap manis layaknya laki-laki lain. Ada adegan yang menjadi favoritku, yaitu ketika Ivarr mencari alamat Solveig ke Inggris. Ah, perjuangannya. Hampir saja aku menangis di bagian ini.

Tokoh lain yang tidak kalah menarik adalah Hades-Sang Dewa Kematian, meskipun namanya mengerikan, tapi Hades disini digambarkan sangat mempesona. Awalnya aku mengira, dia akan menjadi tokoh antagonis, tapi ternya aku salah. Dia malah melakukan sesuatu diluar dugaanku yang membuatku terkagum-kagum.
Tapi kita jangan melupakan tokoh Lyre-Solveig dalam buku ini, dialah yang paling berjasa untuk menghidupkan emosi Ivaar dan membuat Hades berubah fikiran. Solveig memiliki karakter taat dan apa adanya. Bisa dicontoh nih oleh pembaca.

                Ngga banyak yang bisa aku sampaikan, intinya aku suka dengan buku ini. semuanya terasa pas. Tidak kurang, tidak berlebihan. Oh iya, mungkin hanya ada satu kurangnya yaitu perbedaan tanggal kelahiran adik Ivarr di halaman 24 dan 46. Mungkin nanti jika cetak ulang bisa diperbaiki.

Overall aku suka. Jadi, untuk kalian yang sangat suka membaca kisah –kisah sederhana tapi manis, aku sarankan kalian untuk membaca buku ini. dijamin tidak akan kecewa.
Untuk menutup reviewku, ini dia beberapa kutipan yang aku suka

“Kalau tidak suka, jangan memberi harapan. Kau sama saja menyakiti hati mereka.” Halaman 34

“Orang menangis karena kehilangan itu wajar, yang tidak wajar itu adalah kalau dia tidak menangis. lebih wajar lagi kalau tidak merasa sedih.” Halaman 50

“Kata ibu saya, orang-orang yang tidak sempat mendapat pasangan di dunia ketika masih hidup, akan bertemu pasangannya di alam lain setelah mati.” Halaman 82

“Tapi sering kali , lebih baik merasa sakit, daripada tidak merasa sama sekali..” halaman 95

“Membenci itu sangat melelahkan, bahkan lebih menguras emosi daripada merasa sedih.” Halaman 117

Mohon maaf jika ada kekurangan dan kesalahan dalam penulisan review ini. terimakasih sudah menyempatkan membaca. J

Regard

Fridaliash

25-04-2017

#CeritaFrida Awal Mula Suka Baca


Hello,There!
Apa kabar semua? Semoga selalu sehat dan berada dalam lindungan-Nya. Aminnn.

Sebelumnya terimakasih sudah menyempatkan membaca postinganku yang sesungguhnya curhatan ini *bighug*  Jadi sesuai judul, di postingan kali ini aku ingin berbagi cerita mengenai awal mula aku gemar membaca buku. Lebih tepatnya membaca novel sih, hehe.
Oke tanpa banyak basa basi busuk lagi kita mulai saja yaa..

Sebenarnya sejak aku kecil, aku sudah sangat suka membaca. Ini semua karena Ibuku yang juga gemar membaca. Baca majalah siih. Dulu, waktu aku tk sampai sd mungkin kelas 2, Ibu sering mengajakku ke toko buku untuk membeli buku dongeng atau kisah nabi dan para sahabat. Sejak saat itu, aku menyukai aroma buku. Percaya atau tidak, rasanya bau buku-buku ceritaku masih terbayang seperti apa harumnya itu sampai sekarang.

Kemudian, aku lupa kapan tepatnya, aku sudah tidak membeli buku-buku dongeng lagi. Aku beralih mengoleksi majalah bobo yang saat itu terbit seminggu sekali. Selain itu, aku juga suka membaca komik. Kalau kebetulan ikut belanja bulanan Ibu, suka minta dibelikan komik, tapi itu pun ngga sesering waktu membeli buku dongeng.

Singkat cerita, di kelas 3 – 5 sd itu aku suka baca komik,sering pinjam ke teman dan lumayan punya beberapa komik sendiri. Suatu hari, aku bawa semua komikku ke sekolah. Dan sialnya, hari itu ada razia besar besaran. Komikku yang saat itu ku simpan di loker ngga berhasil ku selamatkan. Hiks. Aku awalnya tenang, berfikir itu komik akan dikembalikan. But, guess what?  Orang tuaku dipanggil ke sekolah dongggg dan diminta mengingatkan aku untuk tidak sering sering membaca komik. Dan tahu apa? Komikku tidak dikembalikan. Huwaaaa. Sedih banget rasanya, komik yang ku kumpulkan bertahun tahun itu raib begitu saja di tangan guruku. Hmm

Sejak kejadian itu, aku jadi bete untuk membaca komik. Ngga pernah lagi juga minta beli komik. Sampai suatu hari, aku ikut Ibu ke rumah temannya, namanya Umi Zulfi. Umi Zulfi ini adalah kolektor buku. Jadi di ruang tengah rumahnya itu ada lemari khusus buku. Saat itu, aku iseng liat-liat judulnya, dan tiba-tiba tertarik sama salah satu buku di dalamnya, yaitu buku karya Andrea Hirata yang berjudul Laskar Pelangi. Yaa ngga tertarik gimanaa coba, saat itu aku kelas 5, Laskar Pelangi itu lagi booming boomingnya karena filmnya sedang tayang di bioskop. Oleh karena itu melihat buku itu, aku penasaran banget ingin baca. Untungnya, Umi Zulfi mau meminjamkan aku buku itu.

Dan akhirnya buku Laskar Pelangi ada di tanganku. Awalnya aku ngga yakin bisa membaca buku itu, tapi ternyata bukunya sangat sangat bagus. Seperti ada magnet, aku ingin terus terusan membacanya. Sampai aku selesai, aku kembalikan sekalian meminjam buku kelanjutannya. Sebagaimana kita tahu Novel Laskar Pelangi adalah Novel Tetralogi.

Dari situ, aku mulai suka baca novel, tapi belum berani minta beliin novel, beli sendiri juga belum mampu haha. Jadi saat itu baca novel juga karena pinjam pinjam ke teman, dan bulak balik perpustakaan daerah. Alhamdulillah, pusdanya banyak stok novelnya, hehe. Jadi betah aku bulak balik sana untuk pinjam novel. Hehe
Itulah awal mula aku suka baca novel, sampai sekarang selalu nyempetin baca setiap harinya. Kata orang sih kamu bakal jenuh sama rutinitasmu yang itu-itu aja. Tapi alhamdulillah sampai saat ini aku belum merasa jenuh dalam membaca, malah semakin semangat. Semoga smapai seterusnya seperti ini. Amiin.


Jadi, itulah ceritaku. Kalau kamu?

Rabu, 12 April 2017

#CeritaFrida My Wish List Update

Assalamu’alaikum wr.wb
Hello,there!!


Alhamdulillah di pertengahan bulan april ini aku mau berbagi sedikit tentang buku-buku apa aja sihh yang pengen aku punya sekarang-sekarang ini. Siapa tahu aja kaann ada yang mau beliin *eh
Jadi.. langsung aja yuk!

1.   One – Sarah Crossan
Blurb :
Grace dan Tippi memiliki dua kepala dan empat tangan namun bergabung jadi satu dari pada bagian tubuh pinggul ke bawah. Karena kondisi yang seperti itu, mereka bersekolah di rumah dengan mengundang pengajar-pengajarnya. Hingga berita besar yang akan mengubah hidup mereka itu pun datang. Ayahnya sudah tak lagi bekerja dan—walaupun bersusah payah mencari gantinya--dia masih belum mendapatkannya. Sang ibu yang tadinya hanya mengurusi Grace dan Tippi jadi harus menjadi tulang punggung sementara sampai waktu yang tidak bisa ditentukan. Hal itu membuat Grace dan Tippi harus bersekolah di sekolah biasa yang dibiayai pemerintah. Dan sepenggal kisah mereka ini dimulai ketika mereka berkompromi dengan orang-orang di luar lingkaran mereka; orang-orang luar.

Buku yang terbit bulan Maret lalu ini sukses bikin aku ngiler, ngiler ingin memiliki buku ini maksudnyaa.. Aku udah stalking akun-akun bookstagrammer dan para blogger buku yang mereview buku ini, dari yang aku baca mayoritas itu nangis saat baca buku ini. uhh aku yang suka kisah-kisah menyedihkan ngga bisaa ngebiarin aja buku ini, alhasil buku ini jadi buku yang harus aku miliki. Titik

2.       Oppa & I Special Edition – Orizuka

Blurb 
Park Jae In:
‘Oppa’.
Apa panggilan itu tidak terdengar lucu? Terutama setelah kau pergi meninggalkanku begitu saja lima tahun lalu?
Sekarang saat bertemu lagi, apa yang membuat senyummu selebar itu?
Apa kau senang melihatku seperti ini?

Park Jae Kwon:
Jae In-a.
Kau dulu menggemaskan, tetapi sekarang mengapa begini? Siapa yang membuatmu susah, katakan pada Oppa!
Oppa tak akan membiarkan siapapun menyakitimu!
Oppa akan melindungimu!

Sebenernya ini bukan buiku baru. Buku ini terbit sekitar bulan Desember 2016, tapi sebelumnya merupakan tiga buah buku seri dengan masing masing judul buku : 1. Oppa & I 2. Oppa & I : Love Mission 3.Oppa & I : Love Sign . Aku pengen banget punya buku ini karena aku sudah mengoleksi buku-buku karya kak Orizuka. Jadi kalau belum punya satu aja bukunya itu jadi gimanaaa gitu, ada yang kurang,hehe

3. Harry Potter dan Batu Bertuah 
4. Harry Potter dan Kamar Rahasia 
5. Harry Potter dan Tawanan Azkaban    


Sebagai seorang pembaca novel, rasanya kurang lengkap aja yaa kalau belum punya buku Harry Potter ini. Dulu ga mau baca novel HarPot karena aku fikir yaudah lah cukup tonton filmnya aja, lagian dulu ga suka novel fantasi jadi ngga tertarik buat beli. Tapi saat adanya berita novel HarPot cetak ulang dengan Cover Baru waahh langsung jatuh cinta. Tiba tiba timbul suara dalam hati ‘Ini saatnya Li kamu baca novel HarPot!” So, semoga novel ini bisa cepet ke beli, huhu

6. The Selection
7. The Elite
8. The One

Uhh, liat covernya aja langsung jatuh cinta. Cantik banget kaannn? Minta dibawa pulang ke rumah hhhh. By the way, The Selection series ini juga merupakan buku terjemahan yang di cetak ulang dengan cover baru. jadi sebelumnya The Selection dan The Elite ini pernah terbit dengan cover versi Indonesia, kemudian tahun ini cetak ulang dengan cover baru mengikuti cover aslinya begitu novel ketiganya, The One terbit di Indonesia. 

Jadi, itu dia  Wish List teratas aku saat ini. Total ada 8 buku, jadi mangga yang mau membelikanku salah satu dari 8 buku itu bisa DM aku untuk aku kirim alamatnya, haha. Ngga deng, canda. Do’akan aku saja semoga bisa cepat memiliki buku-buku itu, agar wish list ku tidak semakin menumpuk, haha.

Terakhir, terimakasih sudah mampir. Wassalamu’alaikum ^^


Fridaliash

Jumat, 31 Maret 2017

[Book Review] Remember Us by Idea Fina

Judul                                                     : Remember Us
Penulis                                                 : Idea Fina
Editor                                                   : Irna Gayatri D, Ardiansyah, Suci Amanda
Cover                                                    : Abdul Gafur
Penerbit                                              : Penerbit Ikon (Imprint Penerbit Serambi)
ISBN                                                      : 978-602-74653-3-6
Cetakan                                               : Cetakan 1, November 2016
Jumlah halaman                              : 474 halaman



*BLURB*
Seorang mantan drummer yang berprofesi sebagai dokter kembali ke Tanah Air. Ia dikejutkan oleh beberapa hal.
Pertama, kehadiran bocah laki-laki yang entah mengapa begitu mirip dengannya.
Kedua, gadis yang dulu berstatus sebagai pacarnya mengaku tidak mengingat apa pun tentangnya.
--
“For the love of my life, where are you? I miss you, miss you like crazy. Your sweet smile always appears in my dream. I will find you,..”

Di usianya yang ke 29 tahun, Randi Hilman yang sebelumnya berprofesi sebagai drummer dari band populer di Indonesia telah menjadi dokter spesialis anak. Hidupnya terlihat sempurna. Tampan, kaya, dan seorang dokter pula. Hanya saja kejadian 8 tahun lalu mengusik hidupnya. Kepergiannya untuk melanjutkan studi di Inggris, meninggalkan sebuah penyesalan dalam hidupnya. Ia kehilangan gadis yang baru dipacarinya selama beberapa hari. Ia sadar telah melakukan kesalahan besar. 8 tahun tidak berjumpa, tiba-tiba saja ia melihat gadis itu bersama seorang anak di rumah sakit tempatnya bekerja, sayangnya gadis itu malah mengaku tidak mengenalinya. Apakah gadis itu sudah benar-benar membenci Randi hingga tak mau mengingatnya lagi? Lalu, siapakah anak yang bersamanya itu?

            Cherisha, seorang orang tua tunggal dari putra yang berusia 7 tahun. Di usianya yang ke 26 tahun, Ia merasa selalu merepotkan keluarganya. 8 tahun lalu, Ia hamil dan tak mengetahui Ayah dari anaknya itu. Oleh karena itu, saat salah satu temannya menawari pekerjaan di sebuah rumah sakit, ia menerimanya. Ia ingin belajar hidup mandiri. Pekerjaannya itu kemudian mempertemukannya dengan seorang dokter yang memandangnya dengan cara lain.  Ia terlihat seperti telah mengenalnya lama. Dokter itu juga terlihat mencintai anaknya. Dalam lubuk hatinya, ia bahagia. Hanya saja ia tak boleh banyak berharap, ia harus segera memisahkan dokter itu dari putranya, sebelum mereka saling membutuhkan dan sulit dipisahkan.
Ini sulit. Tapi Cherisha harus melakukannya.
Kalau sudah seperti ini, Cherisha hanya menginginkan untuk mengingat siapa Ayah dari anak itu.
--

            “Cinta itu membutuhkan hati untuk mengingat, bukan pikiran.”

Kisah utama dari novel ini sebenarnya bercerita tentang seorang wanita yang kehilangan ingatannya. Dan seperti novel-novel lain, membaca kisah mengenai orang yang kehilangan ingatan cukup menguras emosi. Begitu pun membaca Remember Us ini. Sejak pertemuan Randi dan Cherisha –tokoh utama- aku dibuat geregetan bacanya. Gereget kenapa sikap Randi hanya seperti itu? Gereget karena tindakan tokoh tidak seseuai dengan yang aku harapkan.
Buku ini juga cukup membuatku nyesek, saat teka teki lama sedikit demi sedikit terbuka, rasanya sedikit nyesek. Ah saya ga bisa cerita banyak karena takut spoiler. Intinya, kalau saya jadi Cherisha saya juga akan merasa nyesek dan serba salah. Sedih karena tidak bisa mengingat kenangan lama.

“Dokter jatuh cinta sama Rendi juga?”
            “Kalau ada yang ngga jatuh cinta sama anak itu, berarti otak mereka nggak beres.”
            “Tapi... apa itu nggak terlalu cepat? Kalian kan baru mengenal beberapa hari.”
            “Apa ada teori yang mengatakan kalau kita harus mengenal seseorang dalam waktu yang lama dulu baru bisa mencintai orang tersebut?”

Dialog di atas, adalah salah satu dialog favoritku dalam buku ini. setuju degan pendapat Dokter Randi, nggak butuh lama untuk mencintai Rendi. Rendi sendiri adalah putra Cherisha. Rendi yang tak pernah mengenal ayahnya sejak lahir tak pernah menunjukkan kesedihannya kepada Bundanya, yang ada ia malah selalu menghibur dan menenangkan Bundanya. Ia selalu bersikap baik dan berusaha tidak membuat Bundanya khawatir. Ia selalu bisa membuat orang menyukainya, termasuk saya J
Hal lain yang menonjol dari buku ini adalah keluarga. Novel ini membuatku sadar betapa pentingnya peran keluarga. Bagaimana seharusnya sikap seorang keluarga saat salah satu anggota keluarganya melalukan sebuah kesalahan.

“Semua orang punya salah, dan hal itu biasa karena kita manusia. Yang tidak biasa adalah orang yang menyesali kesalahan yang diperbuatnya dan berusaha memperbaikinya. Dia.. saat ini sedang melakukannya dan kita harus mendukunya melakukan hal baik itu.”

Secara keseluruhan, aku menyukai buku ini. Hanya ada beberapa yang kurang sreg. Pertama, menurutku tokoh dalam novel ini terlalu banyak, teman, kakak sepupu, kakak ipar, bibi. Ah menurutku terlalu banyak. Walaupun penulis bisa menjelaskan dengan baik, hanya saja buatku terlalu banyak tokoh membuatku sedikit terganggu. Selain itu, buku ini alurnya berjalan sedikit lambat. Meski gereget sejak pertemuan kedua tokoh di awal bab, hanya saja di halaman halaman selanjutnya agak bosan karena terkesan lambat. Tapi tak usah khawatir, setelah melewati setengah dari buku ini. kamu akan benar-benar menikmatinya. Oh iya, ada beberapa kata yang typo dari buku ini. memang tidak mengganggu, hanya saja sebaiknya bisa lebih disempurnakan penulisannya.
Oh iya, aku suka sekali endinya. Sederhana tapi manis. Sukaaaa sekali.
Jadi untuk kalian yang suka novel dengan happy ending, yuk segera baca buku ini. Hati-hati jatuh cinta dengan sosok RendiJ

Regard,

Fridaliash


Jumat, 17 Maret 2017

[Book Review] The Perfect Husband - Indah Riyana

Judul                                                     : The Perfect Husband
Penulis                                                 : Indah Riyana
Penyunting                                          : Letitia Wijaya
Design dan ilustrasi sampul          : Kiky
Penerbit                                               : Romancious (Imprint fantasious)
ISBN                                                      : 978-602-69-22311
Cetakan                                                : Cetakan ke 2, 2016
Jumlah halaman                                : 576  halaman
Blurb
Dia yang mencintaiku, tetapi aku justru mengabaikannya.
Ayla adalah mahasiswi abadi, masih berkutat dengan skripsinya pada saat teman-temannya lulus kuliah.
Selain masalah akademisnya, semua terasa baik-baik saja. Ada Ando, sang kekasih yang tak penah ia kenalkan pada papanya. Ada Viana dan Dian, dia sahabat baiknya yang benar-benar gila.
Mencintaimu itu bagaikan terbang mengendarai pesawat. Memiliki tanggung jawab yang besar dengan tingkat resiko yang sangat tinggi.
Berbekal wasiat mendiang papanya, Arsen mendatangi gadis itu dan ingin menikahinya. Walau ia ditolak mentah-mentah, tapi ia tidak menyerah. Ia akan selalu bersabar dan terus berjuang untuk meluluhkan hati si singa betina itu. Karena ‘sabar’ adalah nama belakangnya.
Karena perasaan orang yang sudah kecewa akan sulit diobati.
Menikah tidak menjadikan mereka bebas dari masalah. Saat mereka sudah melangkahkan kaki bersama sebagai pasangan suami istri, saat itulah ujian demi ujian menghadang mereka. Sanggupkah mereka melewatinya bersama walaupun pernikahan itu terjadi atas dasar cinta?
--
Ayla, wanita berusia 25 tahun merasa hidupnya masih baik-baik saja, selain skripsinya yang belum rampung-rampung, ia merasa tak ada masalah dalam hidupnya. Ia memiliki kekasih juga sahabat-sahabat yang menyayanginya.
Semua berubah saat tiba-tiba Ayah Ayla akan menjodohkannya dengan seorang Pria berusia 30 tahun yang tak pernah Ayla kenal. Penolakan keras pun tak terhindarkan. Dengan tegas Ayla menolak perjodohan tersebut.
Berbanding terbalik dengan Ayla, Arsen- pria 30 tahun yang dijodohkan dengan Ayla secara sukarela menerima perjodohan ini. bukan semata-mata karena wasiat Ayahnya, tapi ada kisah masa lalu yang mungkin hanya dia yang ingat.

“Oke, mungkin kamu bisa mencintai aku setulus hati dengan caramu sndiri? Aku bukan orang yang mudah jatuh cinta,Arsen. Aku nggak bisa!..”

Ayla bersikeras menolak Arsen. Segala cara dilakukan Ayla agar Arsen berubah fikiran tentang perjodohan ini. Tapi Arsen berusaha lebih keras hingga kemudian, satu kejadian membuat Ayla menyanggupi perjodohan ini.
Sayangnya, masalah tidak berhenti sampai disitu. Justru disinilah segalanya dimulai. Ayla sebagai seorang wanita tidak bisa berperan sebagai istri yang baik, sedangkan Arsen telah melakukan segalanya untuk menjadi suami yang baik. Awalnya Arsen bisa bersikap sabar dan menerima Ayla, berharap dengan kesabarannya Ayla bisa berubah. Namun harapan hanyalah harapan, hingga suatu kejadian meletuskan kesabaran Arsen yang selama ini disimpannya.
Lalu bagaimana dengan nasib keluarga kecil ini?

“Semua orang itu punya salah, sama seperti kamu dulu. Tapi bapak bisa memaafkan kamu. Terus kenapa kamu nggak bisa memaafkan istrimu? Semua orang punya dosa,Nak. Jangan lelah menjadi orang sabar, karena Tuhan akan memberikan hadiah kepada umat-Nya yang tidak pernah lelah untuk berbuat baik dan sabar...”
-


First of all, thank you kepada Mba Indah Riyana yang telah menghadirkan novel sekeren ini. Seriously, aku suka banget sama novel ini. the second, thank you kepada the one and only Maryani yang mau meminjamkanku novel ini.
Masalah awalnya klasik tentang perjodohan, tapi pengembangan konfliknya ini lho keren sekali. Aku sampai greget dan kesel sendiri bacanya.

Karakter yang dibangun pun kuat. Kita seperti bisa benar-benar mengenal tokoh yang ada di Novel ini. Ayla dan Arsen. 2 tokoh utama yang sangat bertolak belakang. Pandanganku terhadap mereka pun sangat bertolak belakang. Aku sangat sangat menyukai Mas Arsen, yang penyabar dan pengertian, yang mau melakukan apa saja untuk istrinya. Yang mau memperjuangkan untuk kebahagiaan istrinya. Tapi aku sangat sangat tidak menyukai Ayla, yang manja dan egois. Serius. Di usia yang 25 tahun itu, aku rasa karakter Ayla ini terlalu sangat manja dan kekanak-kanakan, misalnya saja saat  bertengkar dengan Papahnya, aku fikir hal itu tidak pantas untuk seorang wanita berusia 25 tahun. Juga sikap dia yang terlalu berlebihan tidak menyukai Arsen. It’s too over.
Tapi, sikap Ayla yang menurutku lebay itu justru menghidupkan novel ini, membuatku greget dan emosi membacanya. Tindakan-tindakannya itu membuatku ingin membaca terus bukunya, mengetahui reaksi apa yang akan diberikan oleh Arsen.

Arsen dan Ayla dalam novel ini banyak memberiku pelajaran. Betapa memperlakukan seorang pasangan saat menikah nanti, bukan hanya persoalan bagaimana agar dia mencintai kita atau terus mencintai kita. Tapi bagaimana agar masing-masing dari kita bisa saling mengerti dan saling menghargai. Arsen dan Ayla juga mengajarkan saya bahwa kesabaran dan kebaikan orang itu jangan dimanfaatkan, jangan mentang-mentang mereka bersikap baik dan menerima tindakan buruk kita, kita terus melakukannya. Sabar memang tidak ada batasnya, tapi manusia memiliki batasan untuk mengendalikan kesabarannya.

Oh ya, yang saya suka dari novel ini, penulis menyelipkan bebrapa nilai-nilai agama di dalamnya. Seperti Arsen yang seorang pilot walaupun sedang melakukan perjalanan udara , tetapi tidak pernah meninggalkan sholat. Arsen juga yang mengingatkan tanggungjawabnya sebagai suami terhadap istri dalam pandangan islam. Kemudian Ayla yang suatu ketika sholat istikhoroh. Dan mungkin masih ada lagi. Meskipun hanya terselip, tapi menurutku itu cukup untuk mengingatkan pembaca bahwa agama jangan ditinggalkan dalam kehidupan di dunia ini. Berikut kutipan dalam novel yang menunjukan Arsen selalu memandang segala masalahnya dengan  kacamata agamanya

“.... Yang lalu biarlah berlalu. Dengar... Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umat-Nya. Mengapa kita diberi cobaan? Karena Tuhan tahu kita bisa mengatasinya. Kita hanya perlu bersabar, berdo’a dan berserah”

“Jilbab itu untuk melindungi keindahan muslimah, bukan sebagai alat perhiasan. Karena kecantikan sesungguhnya bukan diukur karena kamu punya kulit putih, mulus, wajah cantik, rambut bagus, atau badan seksi. Tapi kecantikan abadi itu dilihat dari keelokan adab dan ketinggian ilmu seseorang. Jilbab bukan dipakai ketika kamu sudah berubah menjadi baik, tetapi untuk memperbaiki diri.”-519

“Anak itu kan titipan Tuhan. Kalau memang Tuhan menghendaki, penyakit atau kondisi apa pun bukan jadi penghalang untuk kita bisa memiliki anak, Sayang. Nggak ada yang bisa melawan takdir Allah.”- 533

 Aku nggak percaya akan sesuka ini sama novel ini. Karena dari cover sendiri, aku nggak tertarik. Aku adalah orang yang tidak menyukai cover dengan gambaran orang nyata di dalamnya, dan The Perfect Husband salah satu covernya. Tapi cover hanyalah cover. Don’t judge book by it’s cover. Dan that’s true. Aku boleh jadi nggak menyukai covernya, tapi isinya kusuka sekalii. Baper sekali membacanya.

Jadi, untuk kalian yang sangat sangat menyukai bacaan romance, sangat saya anjurkan untuk membaca novel ini. tapi hati-hati baper. Karena Mas Arsen sungguh akan membuatmu jatuh cinta. :”) Terakhir. Supaya kalian yakin untuk membaca buku ini, berikut aku berikan beberapa kutipan yang sangat sangat aku suka. Chek it out :

“Coba diubah gaya bicaramu itu, Ayla. Jangan suka melontarkan perkataan-perkataan yang tidak baik. Lama-lama aku tidak suka mendengarnya.”

“Lihat apa yang sepatutnya kamu lihat dan dengar apa yang sepatutnya kamu dengar.  Tutup mata dan telingamu untuk sesuatu yang akan merugikanmu”- 349

“Ayla, cinta itu akan datang karena terbiasa. Terbiasa lihat saya, terbiasa berduaan dengan saya, terbiasa bobo bareng dengan saya, dan terbiasa---“ 47

“Jangan sepelekan murkanya orang sabar dan kecewanya orang yang sudah menjaga, menyayangi dan mencintai kita dengan tulus. Karena perasaan orang yang sudah kecewa akan sulit diobati.”418

“Seseorang harus merasa kehilangan dulu baru menyesal, tapi giliran sudah menyesali perbuatannya, mereka justru sulit untuk mendapatkan kesempatan itu kembali.” 421

 “Banyak anak kecil yang selalu bercita-cita menjadi dokter, pilot, atau segala macamnya. Tetapi saat sudah besar ujung-ujungnya mereka hanya menjadi pegawai atau pengusaha. Itu semua karena mereka tidak menanamkan cita-cita tersebut di dalam hati dan akhirnya justru menjadi angan.”

“Aku harus jatuh bangun dulu, aku rela melakukan itu semua karena aku selalu mempercayai kalau semua direncanakan dengan baik dan bersungguh-sungguh, impianmu pati akan menjadi kenyataan”511


Dan itu dia review singkat dari aku. Terimakasih telah menyempatkan membaca. See you!

Warung Blogger

Warung Blogger ">

Blogroll

Blogger Perempuan">
 
Friday's Book Corner Blogger Template by Ipietoon Blogger Template