Sabtu, 11 Maret 2017

[Book Review] With or Without You - Prisca Primasari

Judul                                                     : With or Without You
Penulis                                                 : Prisca Primasari
Editor                                                   : Idha Umamah
Desainer  sampul                            : Lilio Muliya Printis & Agung Nugroho
Penerbit                                              : GagasMedia
ISBN                                                      : 978-979-780-861-7
Cetakan                                               : Cetakan pertama, 2016
Jumlah halaman                              : 234 halaman
***
Apa jadinya jika Gris, pria pengkhayal dan pelupa itu, hidup tanpa Tulip yang penyabar dam teratur?
Dahulu, hal itu tak pernah terlintas di benaknya.
Mereka saling menyayangi dan seakan telah ditakdirkan untuk saling melengkapi.

Namun, hidup selalu menyembunyikan sesuatu,
Menjelang hari bahagia mereka, ketakutan diam-diam menyusup di sudut hati Gris. Kecerobohannya mungkin akan membuat Tulip pergi dari hidupnya.

Gris tak pernah membayangkan itu terjadi
Karena selama ini keinginannnya tak banyak:
Hanya ingin membahagiakan Tulip dan tetap bersamanya.
Namun, hidup selalu punya teka-teki.
Apa jadinya cinta tanpa kebersamaan?
Bagaimana jika itu yang terbaik yang ditawarkan hidup kepadamu?

Keresahan menggelayuti hati Gris.
Adakah kesempatan untuk mengubah akhir cerita menjadi seperti yang seharusnya?
***
Gris mencoba memikirkan kalimat yang barangkali bisa memberikan kesan bahwa fakta ini tidaklah terlalu buruk. Namun, tidak berguna. Diucapkan semanis apa pun pasti tetap saja menyedihkan.”

Menjelang hari pernikahannya dengan Tulip, Gris malah mendapat musibah akibat kecerobohannya. Ia dipecat dari perusahaan stationery tempatnya bekerja karena salah membuat order cetak yang merugikan perusahaan mencapai seratus juta rupiah. Sebenarnya ia yakin telah menulis order cetak yang tepat tapi kenyataannya ia memang salah menuliskannya. Gris memang pelupa.
Suatu hari ketika Gris mengatakan kabar tentang pemecatan dirinya pada Tulip, datang seorang pemuda aneh nan misterius mendekati Tulip. Anehnya, pria yang tidak dikenal Tulip itu mengetahui tentang pemecatan Gris dan kegemaran Gris terhadap menulis cerita pendek. Seolah tidak puas dengan keanehannya, pemuda yang mengaku bernama Flynn tersebut memberikan Tulip sebuah buku berjudul “Great Tales dan Poems” karangan Edgar Allan Poe beserta sebuah kartu nama.

“Saya tahu ini nggak masuk akal,” ujar Gris, kini terdengar putus asa. Tulip bisa membayangkan mata mengantuk Gris tampak semakin redup. “Tapi, saya benar-benar ingin mencoba. Saya nggak bisa melakukannya tanpa kamu.”

Awalnya, begitu Tulip menceritakan pemuda bernama Flynn, Gris sama sekali tidak tertarik dan mengabaikan buku dan kartu nama yang pemuda itu berikan. Tapi setelah membaca kembali buku Edgar Allan Poe itu, Gris merasa bahwa ini adalah sebuah petunjuk. Ia merasa ini adalah kesempatannya untuk mendapat pekerjaan. Oleh karena itu, Gris ditemani Tulip-yang untungnya bersedia- pergi mengunjungi alamat yang terdapat dalam kartu nama itu.
Ternyata tidaklah mudah bertemu dengan orang yang namanya tercantum dalam kartu nama tersebut, Gris dan Tulip seolah-olah sedang bermain teka-teki. Dalam perjalanan, mereka malah bertemu dengan orang-orang unik yang mebuat mereka seperti berada dalam dunia fantasi.
Sayangnya, di tengah pencarian tersebut. Ibu Tulip mengkhawatirkan kehidupan mereka. Ibu Tulip khawatir karena Gris belum juga mendapatkan pekerjaan sedangkan pernikahan mereka tinggal menghitung hari. Dengan berat hati, Ibu Tulip meminta Gris untuk menunda pernikahan mereka yang kemudian disetujui oleh Gris.
Gris memang menunda pernikahan mereka, tapi hatinya tak bisa menerimanya. Ia tak terbiasa tanpa Tulip disampingnya. Begitu pun Tulip. Lalu, mampukah mereka menjalani kehidupan mereka tanpa kehadiran seseorang yang biasa menemani mereka? Lalu bagaimana dengan teka teki Flyyn?

***

Ini adalah novel kedua ka Prisca Primasari yang aku baca. Dan yaa secara umum aku suka, bahasanya ringan sehingga mudah dipahami oleh pembaca.  Dari dua novel yang sudah aku baca, aku jadi menemukan ciri khas tulisan kak Prisca. Ide cerita yang disuguhkan unik, nggak banyak dipakai penulis lain. Dengan romansa sebagai tema utama, dan pemecatan Gris menjadi konflik utama, kak Prisca dengan unik menyelipkan sebuah teka-teki Flynn yang sukses membuat aku bertanya-tanya kemana arah cerita ini. sebenarnya agak kaget konflik yang sebenarnya serius ini malah diselesaikan dengan cara yang unik.

Aku sangat menyukai chemistry yang tercipta dari pasangan Gris dan Tulip ini. Menurut aku masing-masing karakter cocok satu sama lain. Gris yang pelupa tapi juga penyayang bertemu dengan Tulip yang sabar dan sedikit manja. Aahhhh cocok banget pokoknya <3 terlihat dari percakapan-percakapan yang terdapat dalam novel ini. kayaknya pasangan ini nggak akan pernah berantem kalau ada di kehidupan nyata. Karena saling melengkapi aja. Dan saling memahami gituu. Nggak akan deh ada kesalahpahaman. Pokoknya ka Prisca sukses deh membuat pasangan serasi. Dan aku sangat sangat menikmati bagian-bagian saat-saat mereka berdua bersama. Semua adegan deh.

Dalam novel ini terdapat lumayan banyak tokoh. Dan selain Gris dan Tulip, aku juga menyukai salah satu tokoh bernama Kirana, yaitu istri dari orang yang namanya terdapat dalam kartu nama yang diberikan Flynn. Kirana diceritakan sebagai seorang yang ceria dan suka memasak. Dan aku menyukainya, karena walupun sebenarnya dia memiliki sebuah masalah yang berat ia tidak menunjukannya, ia tetap ceria dan melampiaskannya pada hal yang positif yaitu memasak. Aku sangat mengagumi dengan kemampuan memasak Kirana. Apapun bisa dimasaknya. Kerenn..

Dan sebenarnya, walaupun secara umum aku menyukai novel ini. dan aku menikmatinya, tapi aku kurang nayaman dengan konfliknya. Entah kenapa agak kurang dapet. Jadi kurang greget gitu. Mungkin tergantung selera aja yaa..

Tapi sekali lagi, secara keseluruhan aku menyukai buku ini. 4/ 5 bintang aku berikan. Aku rekomendasikan buat kalian kalian yang menyukai kisah-kisah manis nan romantis. Baca deh buku ini. Hati-hati baper. Hahaha.


Jumat, 03 Maret 2017

#CeritaFrida February Book Haul

Pertama-tama mari kita ucapkan Alhamdulillah terlebih dahulu karena sekarang kita sudah memasuki bulan ke-3 di tahun 2017 ini. Alhamdulillah!!
Dan diawal bulan ini aku akan bercerita sedikit mengenai buku-buku apa saja sih yang berhasil aku dapatkan di bulan februari kemarin. Langsung aja yuks. Cekidot~


Nah Itu dia buku-buku yang berhasil aku dapatkan di bulan Februari. Bisa dilihat digambar, ngga banyak sih, ada 6, tapi percaya deh aku bahagiaaaa karena ini sedikit lebih banyak dari buku yang aku dapat dibulan Januari yaitu hanya 4,hehe. Dan lebih bahagia karena 5 dari 6 buku itu aku dapatkan secara Cuma-Cuma alias gratis tis tis!! Akibat dari ikutan Giveaway maraton,hehe.
 Yaudah deh, Untuk tahu lebih jelasnya kita lihat aja yuk penampakan dekatnya

1. Jingga Untuk Matahari – Esti Kinasih

                Bagi pencinta novel teenlit, kalian pasti akhirnya bernafas lega karena novel ini terbit juga. Penantian panjang kita terbayarkan :”)) Bulan Desember lalu, begitu tahu novel ini akan terbit bulan Januari aku bahagia luar biasa dan menunggu-nunggu PO-nya. Aku bertekad untuk ikut PO tersebut.  Sayangnya saat hari PO –pre order- datang aku shock melihat harganya yang hampir mencapai 100rb. Hiks hiks. Oleh karena itu setelah berfikir ulang aku tidak jadi ikutan PO. Dan... rezeki memang ga kemana. Bulan Februari awal admin Esikinatic mengadakan giveaway yang berhadiah novel JUM ini dan alhamdulillah aku menjadi salah satu dari dua pemenangnya,hehe

2. Rembulan Tenggelam Di Wajahmu – Tere Liye

Aku sendiri sebenarnya sudah memiliki dan membaca novel ini. Berhubung ini hadiah jadi yaa aku terima,hehe. seperti biasa aku menyukai karya-karya Tere Liye. Konflik dalam novel ini banyak banget. Sampai kasian sama tokoh utamanya. Huhu.

3. Lancar Berbahasa Jepang dengan 101 kata kunci – Dwinda Nafisah
Lagi-lagi ini hadiah juga. Iseng-iseng ikutan kuis dan ternyata menang, haha. Mungkin ini pertanda aku akan pergi ke Jepang *eh Amiinn

4. Remember Us – idea Fina
Aku belum baca buku ini, yang aku tangkap sih sepertinya tentang orang yang hilang ingatan. Terbukti dari blurb dan beberapa review yang aku baca. Covernya sederhana. Ku sukaaaaaaa. Semoga bisa cepat-cepat kebaca.

5. Ease – Yanti Yahya

Asli deh covernya bagus bangettt. Sederhana tapi elegan. Cantik banget. Tekstur kertas covernya juga beda dari biasanya. Kalau nggak salah novel ini adaptasi dari wattpad dan aku belum sempet membacanya,hehe. Semoga segera bisa kubaca juga yaaa^^

6. Jingga Dalam Elegi – Esti Kinasih
Jadi, hanya buku inilah yang aku beli menggunakan uangku sendiri di bulan Februari kemarin. Sebenarnya aku sudah membaca buku ini, tapi karena aku sudah memiliki buku pertamanya yang berjudul Jingga dan Senja, kemudian aku mendapat hadiah buku Jingga Untuk Matahari. Agak kurang aja gitu kalau aku nggak punya seri yang keduanya. Oleh karena itu aku memutuskan untuk membelinya.
So, itulah buku-buku tangkapanku di bulan Februari kemarin. Semoga yang belum kebaca bisa segera aku baca dan bisa dibuat reviewnya juga,hihi. Aminn.

Terimakasih sudah membaca ^^
Regard


Fridaliash


[Book Review] Tentang Kamu - Tere Liye


Judul                                                     : Tentang Kamu
Penulis                                                 : Tere Liye
Editor                                                   : Triana Rahmawati
Cover                                                    : Resoluzy
Lay out                                                : Alfian
Penerbit                                              : Republika Penerbit
ISBN                                                      : 978-602-088-2234-1
Cetakan                                               : Cetakan 1, Oktober 2016
Jumlah halaman                              : 524 halaman
*BLURB*
Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu,
itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku.
Cinta memang tidak perlu ditemukan,
cintalah yang akan menemukan kita.
Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali,
aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir,
tapi aku akan tersenyum
karena sesuatu itu pernah terjadi
Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi.
Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir.
Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan.
***
                Zaman Zulkarnaen mendapat sebuah kasus besar di tahun ketiganya bekerja di sebuah firma hukum ternama di Inggris. Ia harus menangani warisan seorang klien bernilai satu miliar poundsterling atau setara dengan 19 triliun rupiah. Tapi disamping nilai warisan yang sangat besar, masalah serius yang harus Zaman hadapi adalah klien yang bernama Sri Ningsih ini tidak banyak meninggalkan catatan, baik di lembaga pemerintah, catatan kependudukan atau yang lainnya. Selain informasi bahwa klien adalah orang asli Indonesia, yang ditinggalkan klien hanyalah sebuah buku diary yang berisi penggalan-penggalan kisah hidupnya.
 “....Terima kasih banyak untuk tempat yang telah mengajarkan pelajaran ini. di sini, di tempat di mana rumah-rumah saling bersinggungan atap, tiada tanah, rumput, apalagi  pepohonan yang terlihat oleh elang yang terbang tinggi....”
Zaman harus bergerak cepat jika tak ingin harta warisan Sri Ningsih ini jatuh ke tangan kerajaan Inggris untuk dikelola sesuai undang-undang. Oleh karena itu, Berbekal dari buku diary yang Zaman dapatkan dari Panti di Paris tempat tinggal terakhir Sri, Zaman menelusuri kisah kehidupan Sri di masa lalunya untuk mendapatkan petunjuk. Ia kemudian mengunjungi tempat-tempat yang pernah ditinggali Sri di masa lalunya seperti Pulau Bungin, tempat Sri lahir. Surakarta, tempat Sri mencari ilmu, kemudian Jakarta, tempat Sri berusaha bekerja, hingga terakhir London tempat Sri akhirnya menikah.
“Saat kita sudah melakukan yang terbaik dan tetap gagal, apalagi yang harus kita lakukan? Berapa kali kita harus mencoba hingga tahu bahwa kita telah tiba pada batas akhirnya?..”
Sayangnya meskipun Zaman telah menelusuri kehidupan Sri ia tak memiliki petunjuk apapun mengenai ahli waris sah Sri Ningsih . Di lain tempat, seseorang justru mengaku sebagai istri dari adik tiri Sri Ningsih, ahli waris sah Sri Ningsih. Namun ada sesuatu yang janggal. Zaman mengetahuinya. Sayangnya ia belum mampu membuktikannya. Lalu, mampukah Zaman membuktikan kejanggalan tersebut? Akankah Zaman menyelesaikan kasus Sri Ningsih ini?
***

Don’t judge book by it’s sinopsys. Itulah yang pertama kali terlintas dikepala aku saat membaca buku ini. kalau kalian baca dari blurb di atas, atau sebelumnya kalian pernah baca sinopsis novel ini, kalian pasti berfikir bahwa novel ini akan berkisah tentang drama percintaan. Pasti kalian berfikir novel ini akan baper banget. Karena aku pun begitu, hehe. Aku tertipu tapi aku nggak merasa rugi. Serius. Di dalam novel ini memang terdapat kisah percintaan yang menurut aku sangat romantis, tapi lebih dari itu, novel ini berisi kisah kehidupan seseorang yang sangat menginspirasi para pembaca. Berkisah tentang Zaman Zulkarnaen, seorang pengacara yang harus menyelesaikan kasus besar dari klien bernama Sri Ningsih. Siapa yang tahu ia justru mendapat pengalaman berharga dengan menyelami drama kehidupan Sri Ningsih dari sebelum ia lahir, sampai ia tutup usia. Di mulai dari pendidikannya, pekerjaannya, hingga percintaannya. Pengalaman yang paling menyakitkan juga pengalaman yang paling membahagiakan. Semuanya tercetak jelas.
                Seperti biasa. Aku mengangumi bahasa yang digunakan Tere Liye. Mudah dimengerti dan sangat detail. Sehingga para pembaca bisa menggambarkan dengan baik bentuk visual dari kisah ini. Namun ada yang berbeda dari novel-novel sebelumnya yang nama tempat jarang sekali Tere Liye sebutkan. Seperti novel hujan, rembulan tenggelam di wajahmu, dan beberapa novel lainnya. Dalam novel ini Tere Liye menyantumkan secara jelas beberapa nama tempat seperti Paris, London, Bandung dan Pulau Bungin. Dan menurut aku ini sangat baik karena memang latar tempat sangat dibutuhkan dalam novel ini. akan sangat aneh apabila Tere Liye hanya menyebutkan nama tempat dengan disebuah pulau paling timur indonesia atau sebagainya.
                Ada banyak sekali tokoh dalam novel ini. namun yang paling aku suka adalah Sri Ningsih sendiri. Ia memiliki sifat yang mungkin tak ada orang di dunia ini memilikinya. Ia teguh, juga taat pada orang tuanya. Ia mau bekerja keras, juga tidak pantang menyerah. Ia pandai, juga kreatif. Ia sabar, tapi ia tidak sekalipun sirik pada orang lain. Ia rendah hati tapi juga selalu berfikiran positif kepada orang lain. Aku selalu kagum terhadap setiap keputusan yang Sri Ningsih ambil. Dengan latar pendidikan yang tidak cukup tinggi, Sri selalu mampu mengambil keputusan dengan jenius di dalam kehidupannya.
                Sedangkan untuk adegan. Sebenarnya seluruh cerita ini sangat menarik namun yang menjadi Favoritku adalah ketika fase ketiga kehidupan Sri. Yaitu saat Sri berada di Jakarta untuk mencoba peruntungan mencari pekerjaan. Meskipun awalnya terasa Sulit. tapi Sri mampu membuktikan bahwa Ia bisa. Berbekal kejeniusan, kekreatifan, dan kerja kerasnya ia mampu bertahan hidup di jakarta. Sri telah mencoba berbagai macam pekerjaan. Dan semuanya ia lakukan dengan sungguh-sungguh. Saya sangat terkagum-kagum saat Sri akhirnya bisa memiliki usaha rental mobil, padahal saat awal ke Jakarta ia tidak memiliki apa-apa. Sayangnya, saat usahanya memuncak, ia harus bangkrut dikarenakan sebuah kerusuhan yang sama sekali tidak ada urusannya sama sekali dengannya. Sebagai pembaca saya ikut merasakan kesakitan dan nyesek. Namun Sri justru bangkit. Kebangkrutan sama sekali tidak menghentikannya. Sri sangat menginspirasi saya bahwa apapun bisa terjadi jika kita mau berusaha dan berani mengambil resiko.
                Ada beberapa kutipan yang aku suka dari novel ini. diantaranya adalah
“Aku tahu sekarang, pertanyaan terpentingnya bukan berapa kali kita gagal, melainkan berapa kali kita bangkit lagi, lagi, dan lagi setelah gagal tersebut. Jika kita gagal 1000x, maka pastikan kita bangkit 1001x.”- halaman 210
“Ada banyak hal-hal hebat yang tampil sederhana. Bahkan sejatinya, banyak momen berharga dalam hidup datang dari hal-hal kecil yang luput kita perhatikan, karena kita terlalu sibuk mengurus sebaliknya.”- halaman 257
“Jadilah seperti lilin, yang tidak pernah menyesal saat nyala api membakarmu. Jadilah seperti air yang mengalir sabar. Jangan pernah takut memulai hal baru.”- halaman 278
Dan masih banyak lagi.
Banyak banget pesan yang aku dapat dari buku ini. salah satunya Kamu akan dapat apa yang kamu inginkan, kalau kamu percaya kamu bisa dapatkan itu. Kamu juga harus berusaha, berani mencoba, dan selalu siap mengambil resikonya. Masalah datang bukan untuk kamu tangisi, tapi harus kamu hadapi. Percayalah setiap orang memiliki masalah masing-masing. Jadi, berhentilah bersikap seolah-olah hanya kamu yang memiliki masalah. Dan terakhir, percayalah bahwa Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan. Jadi jangan khawatirkan jodohmu. Ia pasti datang diwaktu yang tepat. Percayalah.

                Dan... itulah review aku tentang novel “Tentang Kamu” ini. Mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan dalam penulisan dan penyampaiannya. Harap dimaklum karena masih belajar. Hehe.
Oh iya, Buat kalian yang menduga novel ini mengisahkan tentang cinta. Jangan khawatir dan berubah fikiran untuk tidak membacanya. Aku rekomendasikan kalian untuk tetap baca. Karena kalian akan mendapatkan lebih dari sekedar kisah cinta yang bikin baper. 5 bintang buat novel karya Tere Liye ini. pokoknya yang belum baca. Harus segera baca. Harus. J
Regard.
Fridalia.
01012017



Sabtu, 14 Januari 2017

[Book Review] Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin-Tere Liye


Judul                                                     : Daun yang Jatuh Tak Pernah
Membenci Angin
Penulis                                                 : Tere Liye
Design dan ilustrasi sampul       : Orkha Creative
Penerbit                                              : PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN                                                      : 978-602-03-3160-7
Cetakan                                               : Cetakan ke 29: Desember 2016
Jumlah halaman                              : 264 halaman
***
Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah dan janji masa depan yang lebih baik.

Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini.

Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas.
Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahwa sejak rambutku masih dikepang dua.

Sekarang, ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah.. biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun... daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya.
***
Awalnya, Tania hanyalah seorang pengamen jalanan. Bersama adiknya, ia harus rela putus sekolah dan beralih mengais rezeki menjadi pengamen dari satu bis ke bis lainnya. Dari pagi hingga malam. Suatu hari, ia bertemu seseorang yang mengubah kehidupan keluarganya. Seseorang yang membuat Tania dan adiknya bersekolah kembali, seseorang yang membuat Ia, adik dan Ibunya tinggal di rumah kontrakan, tidak dirumah kardus lagi, seseorang yang membuat toko buku terbesar di kota menjadi tempat favorit Tania. Seseorang itu bernama Oom Danar.

“aku ingat sekali saat menatap mukanya untuk pertama kali. Dia tersenyum hangat menentramkan. Mukanya amat menyenangkan. Muka yang memesona oleh cahaya kebaikan.”

Saat pertama kali mereka bertemu, usia Tania baru 11 tahun, sedangkan Danar 25 tahun. Jarak usia yang terbilang jauh tak bisa menghentikan perasaan yang tumbuh dihati Tania kepada Danar. Mungkin awalnya Tania tak tahu apa nama perasaannya, tapi Tania tumbuh menjadi gadis dewasa yang cantik dan pintar. Ia tahu pasti  ia mencintai Danar sebagai lelaki.

“...orang yang memendam perasaan sering kali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menguhubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.”

Perasaan Tania terus berkembang pada Danar, apalagi Danar memberikan perhatian lebih kepadanya, membuat Tania berfikir ia memiliki harapan. Tapi kenyataannya, fikiran itu salah. Danar justru membuat keputusan untuk menikah dengan wanita lain. Pupus sudahlah harapan Tania. Namun, ada yang aneh setelah Danar menikah. Sifatnya yang biasanya menyenangkan dan membuat semua orang nyaman berada didekatnya itu menghilang, keanehan itu kemudian menjadi tanda tanya besar untuk Tania. Apalagi Dede, adiknya mengaku tak tahu menahu perihal masalah ini.

“Kau pandai sekali menyembunyikan semua perasaan itu. Semua pelukan itu. Semua tatapan itu. Kau pandai sekali... kau menipu dirimu sendiri.”
---

Yap.. meskipun ini novel udah lama banget, tapi aku tetap ingin mereviewnyaJ Dan sebenarnya ini ke 3 kalinya aku menyelesaikan novel ini. Walaupun udah hafal banget jalan ceritanya tapi ngga mengurangi kenikmatan aku dalam membacanya. Aku sangat sangat menikmati novel ini dari halaman pertama sampai akhir. Walaupun sebenarnya agak kecewa sih di ending, karena menurutku ini agak menggantung. Tidak ada kejelasan dalam endingnya.

Menggunakan sudut pandang PoV 1, kita akan bisa merasakan seperti benar-benar menjadi Tania sang tokoh ‘aku’. Penulis juga dapat dengan baik mendeskripsikan segala sesuatunya baik itu watak setiap tokohnya, maupun penggambaran suasana di satu tempat. Seperti di toko buku yang menjadi latar utama novel ini, penulis menggambarkan dengan jelas letak-letak kios di depan toko buku ini, juga suasana di depan toko buku tersebut seperti lalu lintasnya, orang-orang yang lewat dan lainnya. Hal ini lagi-lagi membuat aku seperti berada dalam suasana tersebut. Masuk ke dalam ceritanya.

Novel ini tentu tidak hanya berisi dua tokoh saja yaitu Tania dan Danar. Tapi juga ada Dede-adik Tania-, Anne-sahabat Tania, Ibu, dan Ratna –istri Danar- dan masih ada beberapa lagi. Tapi dari semua tokoh itu, dari 3x aku membaca novel ini tidak ada yang benar-benar membuat aku suka. Kesemuanya memiliki kekurangan yang membuat aku malah gereget akibat tindakannya masing-masing. Yang paling aku geregetin atau kurang suka yaitu Danar karena setelah menikah ia justru tidak memperhatikan istrinya, ia malah bersikap acuh tak acuh. Disitu aku seperti bisa merasakan menjadi istrinya dan rasanya sakit banget. Jadi nyesek sendiri bacanya.

Banyak pesan yang aku dapat dari membaca buku ini. Tidak hanya tentang cinta, tapi juga tentang kehidupan. Tania yang awalnya seorang pengamen namun bisa berhasil menjadi orang sukses membuat aku percaya bahwa apabila kita terus berusaha semaksimal mungkin kita akan bisa menggapai sesuatu yang bahkan kita tidak pernah memimpikannya.
Ada beberapa bagian yang aku tandai di novel ini, diantaranya yaitu

...kehidupan harus berlanjut. Ketika kau kehilangan semangat, ingatlah kata-kataku dulu. Kehidupan ini seperti daun yang jatuh... biarkanlah angin yang menerbangkannya... “ halaman 70

Kebaikan itu seperti pesawat terbang.  Jendela-jendela bergetar, layar teve bergoyang, telepon genggam terinduksi saat pesawat itu lewat. Kebaikan merambat tanpa mengenal batas. Bagai garpu tala yang bersonansi, kebaikan yang menyebar dengan cepat.”- halaman 184

Bahwa hidup harus menerima.. penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti.. pengertian yang benar.  Bahwa hidup harus memahami.. pemahaman yang yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, dan penerimaan itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian sedih dan menyakitkan.”halaman 196

 “Cinta tak harus memiliki. Tak ada yang sempurna dalam kehidupan ini.”- halaman 256

Dan itulah sedikit review dari aku. Meskipun menurutku endinya menggantung, tapi secara keseluruhan aku sangat menyukainya. Aku fikir novel ini cocok buat siapa aja, khusunya yang suka sedih-sedihan dan nyesek-nyesekkan seperti aku, hehe. 4,5 bintang untuk Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin ini. Sekian dari aku. Mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan dan penulisan dan penyampaian review ini. Terimakasih sudah sempat membaca J

Regard

Fridalia

14012017

Jumat, 13 Januari 2017

[Book Review] Novel THE GIRL ON PAPER


Judul                                                    : The Girl on Paper
Penulis                                                : Guillaume Musso
Penerjemah                                       : Yudith Listiandri
Penyunting                                        : Selsa Chintya
Proofreader                                       : Titish A.K.
Design Cover                                     : Chyntia Yanetha
Penerbit                                              : Penerbit Spring
ISBN                                                     : 978-602-74322-4-6
Cetakan                                               : Cetakan pertama, September 2016
Jumlah halaman                               : 448 halaman

*BLURB*
Gadis itu terjatuh dari dalam buku.
Hanya beberapa bulan yang lalu, Tom Boyd adalah seorang penulis miliader yang tinggal di Los Angeles dan jatuh cinta pada seorang pianis ternama bernama Aurore. Namun, setelah putusnya hubungan mereka yang terekspos secara publik, Tom menutup dirinya, menderita writer’s block parah, dan tenggelam dalam alkohol dan obat terlarang.
Suatu malam, seorang gadis asing yang cantik muncul di teras rumah Tom. Dia mengaku sebagai Billie, karakter dalam novelnya, yang terjatuh ke dunia nyata karena kesalahan cetak dalam buku terakhir Tom.
Meskipun cerita itu gila, Tom harus percaya bahwa gadis itu benar-benar Billie. Akhirnya mereka membuat perjanjian. Jika Tom mau menulis novel agar Billie bisa kembali ke dunianya, Billie akan membantu Tom untuk mendapatkan Aurore kembali.
Tidak ada ruginya, kan? Iya, kan?
***
                Nama Tom Boyd mulai dikenal setelah menerbitkan novel Trilogie Des Anges dengan buku pertama berjudul La Compagnie de Anges, dilanjutkan dengan buku keduanya dengan judul De Memoire d’Anges, sedangkan novel ketiganya masih dalam rencana penerbitan, berkat novel-novelnya itu ia menjadi seorang miliader. Ia juga membantu kedua sahabatnya ; Milo, dan Carole keluar dari dunia hitam mereka.

“Sejak Aurore meninggalkanku, aku merasa seolah ada kanker yang menggerogoti hatiku, bersemayam di sana untuk waktu yang lama, seperti tikus di lemari makanan. Seperti kanibal lapar yang sedang memakan daging segar, bagai kesedihan yang telah melahap bagian dalam diriku hingga seluruh emosi dan tekadku terasa kosong.”

                Suatu hari Ia jatuh cinta pada seorang pianis bernama Aurore, namun hubungannya tak dapat berlangsung lama. Mereka putus, dan saat itulah Tom merasa hidupnya hancur. Tom mengkonsumsi obat-obatan, mengucilkan dirinya, dan yang paling parah ia tak bisa menulis lagi. Padahal orang-orang telah menanti buku ketiga dari Trilogi yang dia janjikan. Di saat yang sama, terjadi kesalahan cetak pada 100.000 buku keduanya. Tulisan berhenti di halaman 266 dalam kalimat yang belum rampung.

“Aku terjatuh.”
“Terjatuh dari mana?”
“Terjatuh dari sebuah buku. Terjatuh dari bukumu, tepatnya. Aku terjajuh dari sebuah baris, di tengah kalimat yang belum selesai,”

                Suatu malam, Tom dikagetkan oleh seorang gadis yang muncul di teras rumahnya dan mengaku sebagai Billie, karakter dalam novel yang ia tulis. Awalnya Tom tak percaya, karena menganggap itu sesuatu yang gila, namun gadis itu benar-benar  bisa meyakinkan Tom bahwa ia adalah Billie. Mereka kemudian membuat perjanjian, Billie akan membantu Aurore kembali pada Tom, jika Tom mau menulis kelanjutan dari novelnya.

“Billie terhubung secara fisik dengan salinan yang cacat,”
“Dan dengan menghancurkan buku-buku itu, kita membunuh Billie!”

Sayangnya, ditengah perjanjian, Billie mengalami sakit yang cukup parah. Mereka meyakini itu dikarenakan buku (yang salah cetak) sebagai tempat Billie keluar telah dihancurkan. Namun ia masih dapat bertahan hidup karena 1 buku yang masih bertahan dari proses penghancuran. Jika Tom ingin menyembuhkan Billie dan mengembalikan Billie ke tempat asalnya, Tom harus menulis kembali sebagai perjanjian dan ia juga harus menemukan satu buku yang tersisa, sayangnya ternyata itu bukan perkara mudah.
***
                Berkisah tentang seorang penulis bernama Tom Boyd yang kedatangan ‘tamu’ seorang karakter yang ia buat, penulis mengajak para pembaca membuat hipotesis sendiri bagaimana si karakter dalam novel ini bisa hadir dalam dunia nyata. Aku sendiri memiliki beberapa hipotesis sendiri mengenai hal ini, sayangnya tebakanku nggak ada yang benar. Hehe. Tapi itu malah membuat novel ini menarik karena alur ceritanya tidak dapat ditebak. Walaupun sebenarnya aku kurang puas dengan apa yang disuguhkan penulis, aku menginginkan alasan atau penjelasan yang lebih menarik dan lebih waw dari yang terdapat dalam novel ini
Ini adalah novel terjemahan yang paling cepat aku selesaikan. Selain karena terjemahannya yang mudah dipahami, ceritanya juga cukup menarik, konfliknya sudah dihadirkan di awal, membuat pembaca penasaran jadi ingin terus melanjutkan membacanya untuk mengetahui kelanjutan cerita. Meskipun sebenarnya ada beberapa bagian yang kurang dimengerti karena tiba-tiba hadir di tengah-tengah bab, namun secara keseluruhan novel ini menarik. Karena jika diselesaikan kita akan tahu maksud dari bagian-bagian kisah itu.
                Sayangnya, penulis menggunakan sudut pandang yang berubah-ubah. Sehingga terkadang akan membingungkan para pembaca. Sebenarnya mungkin penulis ingin menggunakan PoV 1 dengan Tom Boyd sebagai si ‘aku’ dalam novel ini, namun ada beberapa bagian yang tidak dalam sudut pandang Tom Boyd ini sehingga penulis beralih ke sudut pandang ia sendiri. Dan itu cukup mengganggu. Menurut saya sendiri, lebih baik sudut pandang diambil dari penulis sendiri, karena banyak bagian yang tidak dalam pandangan tokoh utama. Itu menurut aku sih..
                Tom Boyd sendiri memiliki 2 orang sahabat bernama Carole dan Milo. Dan 2 tokoh itulah yang menjadi favorit saya dalam novel ini. mereka sama-sama orang yang loyal terhadap persahabatan. Mereka akan melakukan apapun untuk sahabatnya. Keduanya juga pekerja keras, carole membuktikan bahwa meskipun ia berasal dari tempat yang buruk, ia mampu menjadi seorang polisi bahkan memiliki pangkat sersan. Sedangkan Milo sebenarnya adalah sosok yang sangat perhatian baik itu pada Tom maupun Carole, hanya saja ditunjukan dalam caranya sendiri.
Dari keseluruhan cerita dalam novel ini, saya pribadi paling menyukai bagian Carole dan Milo saat membantu Tom dalam mencari novel yang berhasil terselamatkan dari proses penghancuran akibat kesalahan cetak. Beberapa kali mereka hampir menemukannya dan beberapa kali juga mereka gagal mendapatkannya. Ada ajaaa penghalang yang buat buku itu pergi lagi. Jadi greget sendiri. Rasa-rasanya pengen teriak ke mereka kalau novel ini ada ‘disini...’ gituuu.:D
Di awal setiap bab, penulis memberikan kutipan dari berbagai sumber. Dan dari semua kutipan itu ada beberapa yang menarik, seperti :
“Teman-teman adalah para malaikat yang mengangkat kita ketika sayap kita tak ingat lagi cara untuk terbang.” –Anonim
“Kebahagiaan adalah gelembung sabun yang berubah warna seperti bunga iris, dan yang meletus ketika kita menyentuhnya.”-Balzac
“Cinta itu seperti air raksa di tangan. Jika tangan tetap terbuka, cinta akan tetap berada di sana; cengkeramlah, dan cinta akan tergelincir melalui jari-jarimu.”-Dorothy Parker
“Mencintai seseorang berarti mencintai kebahagiaannya juga.”- Francoise Sagan
Dan masih banyak lagi kutipan yang lainnya.
Pesan moral yang aku dapat dari novel ini, Janganlah kita terpuruk hanya karena hal-hal yang sebenarnya bisa kita atasi. Berhentilah memikirkan orang-orang yang bahkan tidak pernah memperdulikan kita lagi. Percayalah, saat seseorang meninggalkanmu, di belakang sana masih ada orang-orang yang bersedia untuk selalu berada di sampingmu.
Overall, meskipun ada beberapa hal yang tidak memuaskan, aku tetap suka dengan novel ini. 3,5 bintang untuk buku pertama Musso yang diterjemahkan ke bahasa indonesia ini. Buat kalian yang penasaran, silahkan baca. Jangan lupa untuk share juga pendapat kalian:J
Sekalian review dari aku. Mohon maaf untuk banyak kesalahan dalam penulisan dan tata bahasa. Terima kasih sudah sempat membacaJ

Regard.

Fridalia
04012017




Warung Blogger

Warung Blogger ">

Blogroll

Blogger Perempuan">
 
Friday's Book Corner Blogger Template by Ipietoon Blogger Template